Kasus kehilangan bagasi penumpang pesawat cukup
sering terjadi. Menurut survei yang dilakukan sebuah lembaga di Amerika
Serikat, 1 dari 150 penumpang menemui masalah dengan bagasinya, entah itu
hilang atau tidak terangkut dalam pesawat yang semestinya.
Meskipun belum ada survei serupa di Indonesia,
temuan ini memberi peringatan bahwa masalah ini tak boleh dianggap sepele.
Berikut ini beberapa saran untuk menghindari kehilangan bagasi:
Tidak membawa bagasi
Cara paling gampang menghindari kehilangan bagasi
adalah tidak membawa bagasi sama sekali. Tapi tentunya Anda tidak bisa membawa
semua barang seenaknya ke dalam kabin pesawat. Khususnya maskapai berbiaya
murah, mereka menerapkan aturan yang sangat ketat mengenai berat barang bawaan.
Biasanya maksimal 7 kg.
Karena itu, terapkan prinsip berkemas ringkas dan
bawa barang yang diperlukan saja. Kalau terpaksa membawa banyak barang, hindari
memasukkan semua koper atau tas ke dalam bagasi. Apa jadinya kalau bagasi
hilang dan Anda tidak membawa apa-apa ke dalam kabin? Pastikan barang-barang
penting dan beberapa helai pakaian dibawa bersama Anda. Ini untuk jaga-jaga
kalau bagasi Anda bermasalah.
Lakukan check-in awal
Karena malas mengantre, banyak orang memilih
check-in beberapa menit sebelum loket ditutup. Asumsi mereka, buat apa
buru-buru, toh kita bisa berjalan cepat-cepat ke tempat parkir pesawat dalam
waktu kurang dari 10 menit. Tapi tahukah Anda, kebiasaan ini bisa membuat Anda
kehilangan bagasi.
Anda bisa saja berjalan tergesa-gesa ke pesawat,
tapi bagasi Anda tidak. Proses yang harus ditempuh barang bagasi lebih panjang
dan rumit ketimbang manusia. Setiap hari, petugas bandara harus mengurus ribuan
bagasi penumpang. Kalau Anda telat check-in, bisa dipastikan akan mengganggu
mekanisme kerja dan kemungkinan bagasi Anda bisa hilang.
Karena alasan keamanan, seringkali pula petugas
bandara harus membongkar bagasi penumpang. Bayangkan kalau kalau waktu
keberangkatan begitu mepet, bisa jadi bagasi Anda tak sempat naik ke pesawat.
Bubuhkan identitas diri
Saya punya pengalaman menarik ketika menumpang
pesawat Singapore Airlines. Saat check-in semua penumpang diminta menulis nama,
alamat, nomor penerbangan, nomor telepon dan lokasi tujuan di sebuah stiker
yang kemudian ditempel di tas atau koper. Sayangnya tidak semua maskapai
menerapkan cara tersebut, padahal itu bisa mengurangi resiko kehilangan bagasi.
Kasus kehilangan bagasi sering terjadi karena
petugas salah memberi label rute atau labelnya rusak saat bagasi dibawa. Nah,
kalau ada identitas pemilik pada koper atau tas tersebut, petugas akan lebih
mudah mengidentifikasinya lalu mengirimnya pada penerbangan yang benar. Kalau
maskapai yang Anda tumpangi tidak mewajibkan penulisan identitas, coba buat
sendiri stiker tersebut atau tuliskan data diri Anda pada bagian yang mudah
terlihat.
Pilih penerbangan langsung
Kasus kehilangan bagasi lebih sering terjadi pada
penerbangan transit. Saat transit, bagasi kita harus berpindah pesawat dan ini
membawa kerumitan tersendiri. Maskapai yang kurang profesional seringkali tidak
memiliki mekanisme yang ketat untuk mengatur bagasi penumpang yang transit. Tak
mengherankan kalau kasus kehilangan bagasi menjadi lebih tinggi.
Potret semua barang bawaan
Sebelum berangkat ke bandara, biasakan memotret semua barang bawaan Anda dengan kamera telepon genggam atau perangkat lainnya yang praktis. Petugas akan lebih mudah mengidentifikasi bagasi Anda setelah ditunjukkan foto tersebut. Foto itu juga akan berfungsi sebagai bukti kepemilikan kalau Anda mendapat masalah dengan bagasi.Sumber : easybackpacking.blogspot.com